“Penggali Bitcoin” Tercepat Berasal dari Indonesia
Posted on: May 3, 2018, by : admin@memppu

Berita Ico

Berita Ico – Bitcoin diciptakan via pemecahan soal matematika yang melibatkan serangkaian perhitungan algoritma kompleks di komputer. Tidak sembarang komputer pula dapat diterapkan untuk menjalankan kesibukan yang disebut “menambang” Bitcoin ini. Dapat-dapat cuma menghabiskan listrik, sementara tak satu malah Bitcoin diciptakan. Dikarenakan tingkat kesusahan mining Bitcoin yang kian lama kian meningkat, dibutuhkan semacam komputer khusus yang dapat mengatasi pelaksanaan penambangan dengan lebih pesat dibanding desktop umum. Komputer ini malah tidak seharusnya besar dan mahal. Ada pula yang berbentuk dongle USB seperti Redfury.

Redfury yakni USB penambang Bitcoin yang diklaim tercepat di dunia dengan tenaga komputasi sekitar 2,5 Gigahash (kesanggupan mengatasi perhitungan matematika yang dibuat tolok ukur daya kerja miner Bitcoin). Orang-orang di belakangnya terbukti yakni para member Indonesian Bitcoin Community (IBC). “Dahulu, yang paling pesat yakni produk sejenis dari China dengan 0,3 Gigahash, namun sekarang Redfury yang tertinggi,” ujar Tiyo Triyanto dari IBC. Untuk mengaplikasikannya, pengguna tinggal mengaitkan Redfury ke komputer via port USB, kemudian melaksanakan program mining. “Komputernya tidak seharusnya pesat, cukup netbook atau yang sejenis supaya hemat listrik,” terang Tiyo. Seberapa pesat Redfury menambang Bitcoin? Untuk memberi ilustrasi, Tiyo mengonversi poin mata uang virtual itu ke rupiah.

“Bila dikerjakan selama sebulan penuh tanpa stop, karenanya Redfury dapat menciptakan Bitcoin senilai Rp 300.000 dengan asumsi 1 Bitcoin (BTC) bernilai 800 dollar AS,” paparnya. Bitcoin memang dapat dipecah-pecah menjadi unit yang lebih kecil, umpamanya 0,01 BTC yang diketahui sebagai “centibit”, dan 0,001 BTC yang disebut “milibit”.

Adapun Redfury dihargai sekitar Rp 1,5 juta. Miner ini dapat didapatkan via sejumlah reseller dan forum jual beli online atau kelompok sosial. Tiyo mengatakan bahwa batch pertama Redfury yang diproduksi sebanyak 3.000 unit untuk kini telah habis terjual. Rahasia kecepatan Redfury berlokasi pada chip ASIC (application-specific integrated circuit) yang khusus menangani urusan mining Bitcoin. ASIC, disebut Tiyo, mempunyai daya kerja yang lebih mumpuni dan lebih hemat listrik diperbandingkan solusi penambangan Bitcoin lainnya.

 

 

Sumber : Coin Daily